PANDANGAN ILMIAH DAN FILOSOFIS TENTANG MANUSIA DAN IMPLIKASI PENDIDIKANNYA
YULIAS ANGGRAENI (130210402072)
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI BAHASA
DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS JEMBER
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang Masalah
Antropologi
adalah studi tentang asal-usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies)
manusia atau studi tentang ras manusia.
Filsafat antropologi
adalah cabang filsafat yang menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan
atau manusia seutuhnya. Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya
adalah refleksi manusia tentang dirinya sendiri (selbst besing), dan manusia
dapat merefleksikan atau mencerminkan tentang dirinya sendiri, hanya apabila
menjadi pribadi yang mengenal dirinya, jadi filsafat antropologi tujuan
utamanya adalah merefleksikan atau mencerminkan dirinya sebagai seorang
pribadi.
B.Rumusan
Masalah
1.Pandangan
ilmiah tentang manusia dan implikasi pendidikannya.
2.Pandangan
filosofis tentang manusia dan implikasi.
3.Implikasi
dalam pengembangan teori pendidikan.
C.Tujuan
Penulisan
Adapun yang
menjadi tujuan penulisan dalam menyusun makalah ini adalah:
1.Untuk
mengetahui bagaimana pandangan ilmiah dan filosofis tentang manusia dan
implikasi pendidikannya.
2.Untuk melatih
daya pikir penulis dalam pembuatan makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pandangan
Ilmiah Tentang Manusia dan Implikasi Pendidikannya.
1.Antropologi
Biologis/Fisik
a.Batasan
Antropologi
adalah studi tentang
asal-usul, perkembangan,
karakteristik jenis (spesies) manusia atau
studi tentang ras manusia. Antropologi ilmiah mencakup:
antropologi biologis, antropologi sosial budaya, arkeologi, dan linguistik.
Antropologi biologis sering pula
disebut antropologi fisik, yaitu studi
tentang fosil dan kehidupan manusia sebagai organisme biologis. (Beals, 1977:1).
b.Karakteristik
Manusia
adalah Homo Sapiens:
1)Puncak
evolusi organik dari makhluk hidup.
2)Kedudukannya
dalam klasifikasi makhluk hidup:
a)Dunia:
binatang.
b)Phylum:
chordata.
c)Kelas: mamalia.
d)Orde: primata.
e)Famili:
hominidae.
f)Genus: homo.
g)Spesies:
sapiens.
3)Ciri-ciri khas:
a)Berjalan
tegak (bipedal locomotion).
b)Mempunyai otak
yang besar dan kompleks.
c)Hewan yang
tergeneralisasi, dapat hidup dalam berbagai lingkungan.
d)Periode
kehamilan yang panjang dan anak lahir tak berdaya.
c.Implikasi
dalam Praktek Pendidikan
Konsep-konsep
antropologi biologis menjadi landas-an pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).
1)Keharusan dan
kemungkinan pendidikan.
2)Keragaman
praktek pendidikan, baik dalam sejarah manusia maupun dalam bentuk praktek
pendidikan dalam suatu zaman.
d.Implikasi dalam
Pengembangan Teori Pendidikan: Lahir dan berkembangnya antropologi pendidikan.
2.Antropologi
Budaya
a.Batasan
Antropologi
sosial budaya mempergunakan teknik-teknik riset historis, observasi, wawancara
dalam studi orang yang hidup sekarang. (Deals, 1977: 1)
b.Karakteristik
1)Manusia
adalah organisme sosiobudaya.
Budaya = seperangkat
cara hidup (berpikir dan berbuat) yang diperoleh melalui proses belajar, yang
memberi ciri pada setiap keputusan kelompok.
2)Komponen utama
budaya.
a)Sebuah
kelompok / masyarakat.
b)Sebuah
lingkungan dalam kelompok/masyarakat.
c)Sebuah budaya material.
d)Sebuah tradisi
budaya.
e)Kegiatan-kegiatan
dan perilaku manusia.
3)Karakteristik
umum budaya.
a)Tingkah laku
kultural dipelajari.
b)Tingkah laku
kultural terorganisasi dalam pola-pola tingkah-laku.
c)Pola-pola
budaya diajarkan orang dan berlangsung dan satu generasi ke generasi lainnya.
d)Budaya mempunyai aspek material dan
non material.
c.Implikasi dalam praktek pendidikan
Konsep-konsep
antropologi sosio budaya menjadi landasan
pendidikan (Landasan Antropologis Pendidikan).
1)Keharusan
dan kemungkinan pendidikan.
2)Keragaman
kegiatan pendidikan berdasarkan sistem budaya, kesatuan budaya regional, dan kelompok subkultur.
3)Pendidikan
adalah enkulturasi (proses pemindahan
budaya dari generasi ke generasi).
d.Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan
1)Lahir
dan berkembangnya antropologi pendidikan yang
dipelopori oleh Frans Boa dan Margareth Mead.
2)Adanya kebutuhan Antropologi
Filsafat Anak
(pandangan tentang hakekat khuluk atau karakteristik anak).
3.Psikologi
a.Batasan
Psikologi adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya,
dari dalam kandungan sampai balita, dari masa
kanak-kanak sampai masa dewasa, serta masa tua. (Woodward & Marquis, 1955: 3).
b.Karakteristik
Individu
yang belajar (Callahan & Clark, him: 191-194):
1)Unik (ada perbedaan individual).
2)Banyak kesamaan daripada perbedaannya.
3)Mempunyai
berbagai diri.
4)Sebuah
organisme total.
5)Mempunyai
kesiapan bertindak.
c.Implikasi dalam praktek pendidikan
1)Konsep-konsep
psikologis tentang individu menjadi
dasar pelaksanaan proses kegiatan belajar-mengajar (Landasan
Psikologis Pendidikan).
2)Pendidikan = individualisasi (proses pengembangan individu).
d.Implikasi dalam pengembangan teori pendidikan
1)Lahir
dan berkembangnya psikologi pendidikan yang dipelopori oleh Thorndike.
2)Lahir dan berkembangnya aliran pembaharuan pendidikan yang disebut developmentalisme atau "Psychological Tendency in Education", yang
dipelopori oleh Pestalozzi, Herbart dan Froebel.
4.Sosiologi
a.Batasan
Sosiologi adalah studi tentang struktur sosial. (Reading, 1977:195).
b.Karakteristik
Masyarakat
1)Manusia
adalah animal sociale (binatang yang
hidup bermasyarakat).
2)Masyarakat
adalah:
a)Pengalaman
kita dengan orang lain di sekitar kita (Berger
&Berger).
b)Tingkah laku kelompok, hubungan-hubungan di antara manusia, dan
faktor-faktor yang
termasuk dan terjadi di dalam hubungan-
hubungan manusia (Ginsberg).
hubungan manusia (Ginsberg).
c)Interaksi-interaksi dan interelasi-interelasi manusia (Barlett, dkk).
3)Komponen-komponen
masyarakat (Ginsberg):
a)Morfologi
sosial.
b)Kontrol
sosial.
c)Proses
sosial.
d)Patologi sosial.
4)Komponen-komponen
masyarakat (Broom &Selznick):
a)Organisasi
sosial.
b)Budaya.
c)Sosialisasi.
d)Kelompok-kelompok
primer.
c.Iplikasi
dalam Praktek Pendidikan
1)Konsep-konsep
sosiologi tentang manusia menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan (Landasan
Sosiologis Pendidikan).
2)Masyarakat sebagai ekologi pendidikan atau sebagai lingkungan tempat berlangsungnya pendidikan.
3)Pendidikan = sosialisasi (proses menjadi anggota masyarakat yang diharapkan).
d.Implikasi
dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1)Mendorong
lahir dan berkembangnya sosiologi pendidikan, yang
dipelopori oleh Henry Suzzalo.
2)Mendorong lahir dan berkembangnya ilmu
pendidikan
kependudukan.
3)Mendorong lahir dan berkembangnya
aliran sosiologisme
pendidikan, atau sosiological
tendency in
education, yang
lebih menekankan konsep
pendidikan pada proses sosialisasi dari pada individualisasi.
5.Politika (Ilmu Politik)
a.Batasan
Politika adalah studi tentang pemerintahan negara. (Broom & Selznick, 1958: 6).
b.Karakteristik pemerintahan negara
1)Manusia sebagai animal politicon (Aristoteles), binatang
yang hidup berpolitik.
2)Bidang-bidang
ilmu politik (Unesco):
a)Teori
politik.
b)Lembaga-lembaga
politik.
c)Partai-partai
politik, keloinpok-kelompok politik, dan pendapat
umum.
d)Hubungan-hubungan
internasional.
c.Implikasi
dalam Praktek Pendidikan
1)Konsep-konsep politika menjadi. dasar penyelenggaraan pengelolaan pendidikan makro nasional
(Landasan Politikal Pendidikan).
2)Terjalinnya kerja sama internasional dalam bidang
pendidikan.
3)Pendidikan = civilisasi (proses
menjadi warga negara
yang diharapkan).
d.Implikasi dalam
pengembangan teori pendidikan
1)Lahir
dan berkembangnya politika pendidikan/ pendidikan
nasional yang dipelopori oleh Guizot (Perancis),
Fischer (Inggris), Horace Mann dan Henry
Benhard (USA), K.H. Dewantara dan Moh.
Syafei (Indonesia).
2)Lahir dan berkembangnya studi pendidikan internasional (Auslandpedagogik)
6.Ekonomika (Ilmu Ekonomi)
a.Batasan
Ekonomika adalah studi tentang upaya manusia memperoleh kemakmuran materiil manusia. (Wi-nardi, 1989: 177).
b.Karakteristik ekonomi
1)Manusia
= animal economicus, binatang yang terus berusaha memperoleh kemakmuran materiil.
2)Bidang
ekonomi:
a)Konsumsi.
b)Produksi.
c)Distribusi.
d)Perrumbuhan sepanjang waktu.
3)Satuan ekonomi:
a)Ekonomi
mikro.
b)Ekonomi makro.
c.Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1)Konsep-konsep
ekonomik menjadi dasar atau landasan
pendidikan (Landasan Ekonomikal Pendidikan).
2)Kondisi ekonomi mempengaruhi kemampuan & kegiatan
pendidikan.
3)Pendidikan = penanaman modal dalam
sumber daya manusia
atau human investment, ditinjau dari ekonomi makro.
4)Pendidikan = profesionalisasi, ditinjau dari ekonomi mikro.
d.Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1)Lahir
dan berkembangnya ekonomikapendidikan, yang dipelopori secara konseptual oleh Adam Smith,
Alfred Marshall, J. Alan Thomas, Gheor Dore
Schultz.
2)Lahir
dan berkembangnya studi pendidikan dan pembangunan.
B.Pandangan
Filosofis tentang Manusia dan Implikasi Pendidikan
1.Filsafat
Umum/Murni
a.Batasan
1)Filsafat adalah studi tentang kebenaran alam semesta
dan isinya. (Beck, 1979: 2)
2)Karakteristik telaah filosofis:
a)Kritis, yaitu berpikir mengungkapkan dan memecahkan masalah secara menyeluruh (komprehensif)
dan mendalam.
b)Spekulatif
(kontemplatif), yaitu berpikir menerobos
melampaui fakta atau data-data yang
tersedia dalam rangka menemukan hal
yang hakiki.
yang hakiki.
c)Fenomenologis, yaitu
berpikir berawal dari gejala (fenomena) dan
kemudian mencoba terus menguliti,
mengurangi atau mereduksi
hal-hal yang tak penting, untuk sampai pada hal yang menjadi hakekat (eidos) dari gejala.
hal-hal yang tak penting, untuk sampai pada hal yang menjadi hakekat (eidos) dari gejala.
d)Normatif, yaitu berpikir yang tertuju untuk mencari
hal-hal yang seharusnya.
b.Obyek
1)Obyek
filsafat adalah pertanyaan umum yang terbuka/abadi, yaitu pertanyaan yang tidak
pernah selesai dijawab sepanjang hidup manusia.
2)Obyek
yang menjadi lingkup pertanyaan filsafat adalah segala sesuatu dalam alam
semesta dengan segala isinya.
c.Cabang
1)Metafisika = hakikat kenyataan :
a)Ontologi
= hakikat kenyataan alam semesta
b)Teologi = hakikat Tuhan.
c)Kosmologi = hakikat
alam.
d)Humanologi =
hakikat manusia.
2)Epistemologi
= hakikat mengetahui dan pengetahuan;
logika = hakikat menyimpulkan untuk
memperoleh pengetahuan.
3)Aksiologi = hakikat
nilai-nilai:
a)Etika
= hakikat baik dan jahat.
b)Estetika
= hakikat indah dan jelek.
d.Aliran-aliran
Filsafat Umum
1)Idealisme:
a)Metafisika:
Kenyataan = sebuah dunia pikiran/rohaniah.
b)Humanologi:
Binatang yangberpikir.
c)Epistemologi:
Pengetahuan yang benar melalui mata
batin/pikiran/intuisi.
d)Aksiologi: Manusia
diatur oleh kewajiban-kewajiban moral yang
bersumber dari Tuhan/ kekuatan rohaniah
dari alam.
2)Realisme
a)Metafisika:
Kenyataan = sebuah dunia benda-benda.
b)Humanologi:
Binataag yang berbuat.
c)Epistemologi:
Pengetahuan yang benar diperoleh melalui
pengalaman pendriaan.
d)Aksiologi:
Manusia diatur oleh hukum alam.
3)Neo-Thomisme:
a.Metafisika:
Kenyataan = sebuah dunia rasiodan Tuhan.
b.Humanologi:
Makhluk yang berpikir dan beriman/percaya.
c.Epistemologi: Pengetahuan
diperoleh melalui rasio dan percaya.
d.Aksiologi:
Pengetahuan tentang kebaikan diperlukan agar dapat berbuat baik. Kebaikan
tertinggi adalah kebaikan yang bersumber
pada pengetahuan dan Tuhan.
4)Eksperimentalisme/Instrumentalisme:
a)Metafisika:Kenyataan
= sebuah dunia pengalaman.
b)Humanologi :Binatangyang
berevolusi fisik, psikis, dan sosial.
c)Epistemologi: Pengetahuan diperoleh melalui pengalaman pendriaan.
d)Aksiologi:
Yang baik adalah
yang ternyata berguna
dalam masyarakat.
5)Eksperimentalisme
a)Metafisika:
Kenyataan = sebuah duniakeberadaan (eksistensi) manusia di dunia.
b)Humanologi:
Binatang yang bebas mewujudkan dirinya.
c)Epistemologi: Pengetahuan
diperoleh melalui pengalaman.
d)Aksiologi:
Nilai ditentukan oleh kebebasan memilih dari seseorang pribadi.
e.Implikasidalam Praktek Pendidikan
1)Konsep-konsep
filsafat umum (metafisika, epistemologi. dan
aksiologi) menjadi dasar/lan-dasan penyelenggaraan
pendidikan (Landasan Filosofis Pendidikan).
2)Munculnya
sekolah-sekolah percobaan (Kindergarten
dari Froebel merupakan penerapan ga-gasan
pendidikan idealistik; Casa De Bambini merupakan
sekolah dari Montessori yang merupakan penerapan
gagasan pendidikan natura-listik; Laboratory School dari J. Dewey merupakan
penerapan gagasan pendidikan pragmatik/ eksperimentalistik;
dan sebagainya).
f.Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1)Munculnya
filsafat pendidikan, yang dipelopori
oleh Plato.
2)Lahir
dan berkembangnya mazhab-mazhab/aliran-aliran
Jilsafat pendidikan, antara lain:
a)Filsafat
pendidikan idealisme: pendidikan = pemekaran
kemampuan berpikir.
b)Filsafat
pendidikan realisme: pendidikan = pemekaran
kemampuan berbuat dan berpe-ngalaman.
c)Filsafat
pendidikan eksperimentalisme/instrumentalisme: rekonstruksi
pengalaman yang terus berlangsung
sepanjang hidup.
d)Filsafat pendidikan eksistensialisme:
pendidikan = perwujudan kebebasan diri
sendiri.
2.Filsafat Antropologi atau Antropologi Filosofis
a.Batasan
Filsafat antropologi adalah cabang filsafat yang
menyelidiki hakekat manusia sebagai keseluruhan, atau manusia seutuhnya.
Pengetahuan filosofis tentang manusia pada dasarnya adalah refleksi manusia
tentang dirinya sendiri (Selbstbesing).
b.Obyek
1)Masalah
hubungan manusia dengan alam.
2)Masalah hubungan manusia dengan manusia.
3)Masalah hubungan manusia dengan Tuhan.
c.Implikasi dalam Praktek Pendidikan
1)Konsep-konsep
manusia seutuhnya sebagai dasar
tujuan pendidikan.
2)Pendidikan = humanisasi (proses mewujudkan kemanusiaan,
atau proses menuju tercapainya manusia
seutuhnya).
3)Tujuan utama dalam hidup mencapai perwujudan diri sendiri secara kooperatif.
d.Implikasi dalam Pengembangan Teori Pendidikan
1)Timbul
kebutuhan studi filsafat antropologi anak yang tertuju membahas khuluk
atau ha-kikat anak (anak
dilahirkan membawa dosa asal dari adam dan hawa di surga; anak di lahirkan
sebagai tabula rasa atau tanpa pembawaan, anak dilahirkan baik; anak dilahirkan
tidak berdaya tapi penuh potensi, dan sebagainya).
2)Mendorong lahir dan berkembangnya pedagogik atau ilmu
mendidik yang memadukan aspek faktual dengan aspek normatif yang dipelopori
oleh Herbart (perpaduan antara aspek filosofis yang menentukan tujuan-tujuan
pendidikan dengan aspek psikologis yang menentukan cara-cara atau metode-metode
pendidikan).
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Antropologi
adalah studi tentang asal usul, perkembangan, karakteristik jenis (spesies)
manusia atau studi tentang ras manusia. Antropologi social budaya mempergunakan
teknik-teknik riset histories, observasi, wawancara dalam studio orang yang
hidup sekarang. Budaya = seperangkat cara hidup (berpikir dan berbuat) yang
diperoleh melalui proses belajar, yang memberi ciri pada setiap keputusan
kelompok.
Psikologi
adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam
keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa
kanak-kanak sampai masa dewasa, serta masa tua.
B.Saran
Kami sangat mengharapkan
bimbingan, serta kritikan tentang makalah ini, karena tanpa kritikan dosen
pengajar kami tidak dapat memperbaikinya.
DAFTAR PUSTAKA
Mudyahar, Redjo. Pengantar
Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafika Persaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar